Upacara meuleum harupat merupakan salah satu prosesi dari upacara pernikahan adat pada masyarakat Sunda. Dalam pernikahan tersebut, kedua pengantin melakukan beberapa kegiatan ritual, yaitu pengantin pria memegang batang harupat atau biasa kita menyebutnya dengan lidi, harupat adalah bahan utama yang digunakan dalam prosesi meuleun harupat, meuleum yang artinya membakar, harupat adalah bagian dari tumbuhan aren, kemudian pengantin wanitanya membakar dengan lilin sampai menyala. Kata ‘meuleum harupat’ merupakan kata dasar yang tidak disertakan imbuhan. Harupat yang telah menyala tersebut kemudian dimasukkan kedalam kendi yang dipegang oleh mempelai wanita dan diangkat kembali kemudian dipatahkan lalu dibuang jauh-jauh. Maksud dari prosesi tersebut adalah nasehat kepada kedua mempelai untuk senantiasa bersama dalam memecahkan persoalan
79
dalam rumah tangga. Fungsi isteri dengan memegang kendi berisi air tersebut adalah untuk mendinginkan setiap persoalan yang membuat pikiran dan hati suami memanas dan emosi sehingga nyaman kembali.
80
Hadiati, Diah Nur. 2016. Bentuk, Makna, dan Fungsi Upacara Ritual Duar Hidup Manusia pada Masyarakat Sunda. Skripsi Prodi Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga
Comments
Post a Comment