Upacara Daur Hidup Golongan Bangsawan Sunda dibagi sbb:
1. Upacara Masa Kehamilan
Pada golongan bangsawan dalam masa kehamilan terdapat upacara sebagai berikut:
(1) Upacara salamatan tilu bulanan; (2) Upacara salamatan lima bulanan; (3) Upacara tingkeban (mengndung tujuh bulan); (4) Upacara salamatan salapan bulanan; (5) Upacara reuneuh mundingeun (mengandung lebih dari sembilan bulan).
20
2. Upacara Kelahiran dan Masa Bayi.
Upacara kelahiran dan masa bayi dilaksanakan pada waktu perempun yang sedang mengandung sudah merasa akan melahirkan, segeralah mengundang indung beurang. Indung beurang yang dipanggil itu ialah orang yang sama pada waktu upacara tingkeban sebagai penyelenggara.
Pada waktu mengundang indung beurang itu harus membawa obor, yaitu obor dari barangbang (daun kering kelapa atau enau) walaupun pada waktu itu terjadi pada siang hari.
Persoalan makanan juga sangat dipertimbangkan. Dalam masa kelahiran tersebut sebaiknya mengkonsumsi makanana seperti ngawayahan, yaitu bakar daging ayam, kacang- kacangan yang disangray (yang dikeringkan di atas kuali), jaat, roay, hiris, biji kacang panjang, dan sebaginya. Dengan demikian itu dimaksudkan agar ibu sang bayi banyak air susunya.
Nama Upacara dan Tahapannya: (1) Upacara memelihara tembuni; (2) Upacara nenjrag bumi; (3) Upacara puput puser; (4) Upacara ekah; (5) Upacara nurunkeun; (6) Upacara opat puluh dinten; (7) Upacara cukuran; (8) Upacara turun taneuh.
21
3. Upacara Masa Kanak-kanak
Masa kanak-kanak ialah antara usia 3 tahun hingga usia 12 tahun. Hal tersebut berdasarkan fase-fase perkembangannya. Adapun fase-fase perkembangannya ialah sebagai berikut: (1) Masa kanak-kanak: usia 3-5 tahun; (2) Masa usia sekolah: usia 6-12 tahun; (3) Masa remaja atau Adolesen: usia 13-20 tahun; (4) Masa dewasa: sesudah anak tersebut dapat berdiiri sendiri dalam kehidupannya.
Pada golongan bangsawan dalam masa kanak-kanak terdapat upacara sebagai berikut:
(1) Upacara Gusaran dan
(2) Upacara Sepitan.
Comments
Post a Comment