Filsafat dapat digolong-golongkan menjadi:
- Tentang pengetahuan
- Tentang ada dan sebab-sebab yang pertama
- Tentang barang-barang yang ada pada khususnya, yakni dunia dan manusia
- Tentang kesusilaan dan nilai-nilai (Driyarkara, 2006:1019).
15-16
Golongan-golongan itu dipelajari dalam cabang-cabang/ bagian-bagian filsafat sebagai berikut:
- Tentang pengetahuan: logika yang memuat (1) logika formal (logic) yang mempelajari asas-asas atau hukum-hukum memikir, yang harus ditaati supaya dapat berfikir dengan benar dan mencapai kebenaran. Hukum-hukum logika belaku dan penting bagi semua ilmu lainnya pula, sementara bagi filsafat merupakan alat yang harus dikuasai dulu, (2) logika material atau kritika (epistemology) yang memandang isi pengetahuan (material), bagaimana isi ini dapat dipertanggungjawabkan, mempelajari sumber-sumber dan asal ilmu pengetahuan, alat-alat pengetahuan, proses terjadinya pengetahuan, kemungkinan-kemungkinan dan batas pengetahuan, kebenaran dan kekeliruan, metode ilmu pengetahuan, dan lain-lain;
- tentang ada: metafisika atau ontology yang membahas apakah arti ―ada‖ itu, apakah kesempurnaannya, apakah tujuan, apakah sebab dan akibat, apa yang merupakan dasar yang terdalam dalam setiap barang yang ada (hylemorfisme); jadi berbicara tentang hakikat daripada segala sesuatu
- tentang dunia material: kosmologi (philosophy of nature);
- tentang manusia: filsafat tentang manusia (philosophy of man) atau juga disebut anthropologia metafisika atau psycologia metafisika;
- tentang kesusilaan: etika atau filsafat moral, bahwa manusia wajib berbuat baik dan menghindarkan yang tidak baik itu menimbulkan berbgai-bagai soal: apa yang disebut baik, apa yang bhuruk, apakah ukurannya, apa suara batin, mengapa orang terikat oleh kesusilaan, dan sebagainya. Ini dibicarakan dalam apa yang disebut etika. Di sini, termasuk pembicaraan tentang norma-norma hidup bersama atau etika soaial; dan
- tentang Tuhan atau theologia naturalis (natural theology), yang merupakan konsekuensi terakhir dari seluruh pandangan filsafat (Driyarkara, 2006: 1019- 1021).
16-17
Ali Maksum (2008:36-37) pada umumnya filsafat dibagi ke dalam enam bidang atau cabang, yaitu:
- Epistemology, adalah filsafat tentang ilmu pengetahuan yang mempersoalkan sumber, asal mula, dan jangkauan serta validitas dan realiabilitas dari berbagai klaim terhadap ilmu pengetahuan.
- Metafisika, adalah filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika, tentang hakikat yang bersifat transenden, di luar jangkauan pengalaman dan pancaindra manusia. Metafisika terdiri dari ontology, kosmologi, teologi metafisik, dan antropologi.
- Logika, adalah studi tentang metode berfikir dan metode penelitian ideal yang terdiri dari observasi, introspeksi, deduksi dan induksi, hipotesis dan eksperimen, analisis dan sintesis.
- Etika, adalah studi tentang tingkah laku yang ideal, termasuk di dalamnya aksiologi.
- Estetika, adalah studi tentang bentuk ideal dan keindahan. Estetika sering disebut filsafat seni.
- Filsafat-filsafat khusus atau filsafat tentang berbagai disiplin seperti filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat alam, filsafat agama, filsafat manusia, filsafat pendidikan, dan sebagainya.
17-18
Comments
Post a Comment