Pembabakan Lasem dalam tinjauan historis dibagi menjadi 3 periodisasi (pembabakan), yaitu sejarah Lasem pada masa kerajaan, zaman kolonial, dan pasca kemerdekaan. Pembagian periodisasi sangat penting untuk mempermudah identifikasi terhadap kebudayaan yang ada pada saat itu, mengingat setiap periode memiliki jiwa zaman (zeitgeist)2 yang berbeda satu dengan yang lainnya. [Zetgeist (Jer. “Spirit of the time”) yaitu gagasan yang menunjukkan bahwa dalam periode sejarah tertentu dapat dipahami dari segi identitas yang mendasari, meliputi kondisi dan perilaku mental. Zeitgeist juga bisa berarti karakteristik realitas psikis dari zaman sejarah. Iklim pendapat, menunjuk konstelasi ide dan asumsi yang menggambarkan pemikiran periode sejarah tertentu atau kelompok sosial ( Ritter, 1986 : 457)]
Lasem mengalami beberapa fase jiwa zaman yang dinamis. Jiwa zaman bisa menginterpretasikan seperti apa kondisi kebudayaan dan proses difusi yang terjadi pada masa itu. Untuk mengetahui secara mendalam apa saja yang terjadi di Lasem, berikut dijabarkan mengenai keadaan Lasem di bawah kekuasaan beberapa kerajaan, diantaranya adalah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Islam. Selanjutnya disusul dengan kondisi Lasem pada masa kolonial dan juga pada masa Kemerdekaan.
22
Dwi Ratna Nurhajarini, dkk. 2015. Akulturasi Lintas Zaman di Lasem: Perspektif Sejarah dan Budaya (Kurun Niaga-Sekarang). Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB)
Comments
Post a Comment