Mendhem Ari-Ari termasuk salah satu kebiasaan masyarakat Jawa dalam menyikapi salah satu siklus hidup, yaitu kelahiran.
Di dalam salah satu proses siklus hidup, utamanya kelahiran, masyarakat Jawa memiliki berbagai macam ritual. Mulai dari upacara mitoni, mendhem ari-ari, brokohan, puputan, dan sebagainya.
Mendhem Ari-Ari, bagi masyarakat Jawa adalah permasalahan serius karena ari-ari merupakan adik spiritual bayi yang akan selalu melindungi bayi dari penyakit yang datang dari bumi dan langit pada 35 hari pertama dan setelah itu akan melindungi ruh bayi tersebut. (Geerz, 1989: 59)
Berbagai macam upacara adat yang terdapat di dalam masyarakat pada umumnya masyarakat Jawa khususnya adalah merupakan pencerminan bahwa semua perencanan, tidakan dan perbuatan telah diatur oleh tata nilai luhur. Tata nilai luhur tersebut diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikut. Upacara adat atau tradisional merupakan kebudayaan yang telah turun temurun sejak lama (Purwadi, 2005:1).
Upacara-upacara daur hidup berkisar pada tiga tahapan penting dalam kehidupan manusia, yaitu kelahiran, perkawinan, dan kematian (Setiyawati, 2012: 429).
Kelahiran merupakan salah satu tahapan dari kehidupan manusia. Saat soerang bayi lahir, bayi tersebut akan keluar bersama dengan ari – arinya.
Pada kehidupan Masyarakat Jawa ari - ari dipercaya merupakan saudara muda dari bayi yang dilahirkan. Selain memiliki adik ari-ari, bayi juga memiliki kakak yang disebut dengan kakang kawah. Kakang kawah adalah kawah yang berada didalam rahim ibu dari bayi yang keluar sebelum bayi dilahirkan, sehingga disebut sebagai kakang kawah.
Oleh sebab itu ari-ari sangat diajurkan untuk dirawat dan dijaga sebaik mungkin. Salah stau bentuk penghormatan dan penjagaannya adalah dengan menanam atau mengubur ariari dengan cara dan tempat yang baik.
Comments
Post a Comment