Dalam menjalani kehidupannya, setiap manusia mengalami hal atau proses yang disebut daur hidup, yaitu proses dimana seseorang diawali dengan kelahirannya dari perut sang ibu yang dikandung selama sembilan bulan, kemudian tumbuh menjadi dewasa, tua, dan akhirnya meninggal. Seperti itulah manusia pada dasarnya, makluk yang seharusnya dinamis. Upacara daur hidup dalam komunitas masyarakat Sunda merupakan salah satu bentuk upacara adat yang masih lestari, sebagai wujud realisasi kompleks kelakuan berpola, kompleks ide, dan hasil karya manusia. Tetapi ada beberapa perbedaan yang menyangkut cara dan proses terjadinya diberbagai daerah yang dikarenakan adanya unsur kebudayaan didalamnya.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mengglobal, upacara daur hidup mengalami perkembangan dan perubahan-perubahan baik dari sisi substansi maupun fungsi. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan pola pikir yang semakin berorientasi praktis, perubahan pandangan, dan keyakinan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Manusia adalah makluk yang memiliki akal dan pikiran serta kebudayaan. Kebudayaan adalah hasil dari aplikasi akal dan pikiran manusia yang didasari oleh ide ataupun gagasan.
Koentjaraningrat (1976, hlm. 28) mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu budhayyah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yaitu budi atau akal manusia. Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang
1
didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan didasari oleh sebuah pemikiran yang mana pemikiran tersebut muncul karena adanya sebuah ide dan pemikiran inilah yang kemudian menjadi dasar sebuah kebudayaan yang mendiami suatu wilayah. Sehingga karena perbedaan itulah yang menjadikan adat istiadat sebagai identitas suatu wilayah.
2
Hadiati, Diah Nur. 2016. Bentuk, Makna, dan Fungsi Upacara Ritual Duar Hidup Manusia pada Masyarakat Sunda. Skripsi Prodi Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga
Comments
Post a Comment