Puji Karyanto (2013) meneliti “Keberadaan dan Bentuk Transformasi Cerita Panji”. Hasil penelitian menunjukan cerita Panji sebagai sumber pengembangan seni dan budaya yang menyebar luas dan diakui sebagai “budaya Panji” yang memiliki sepuluh nilai penting yaitu: kesejarahan, edukatif, keteladanan, kepahlawanan, budaya, estetika, kearifan lokal, ekologis, politis, dan moral. Persamaan Karyanto dengan penelitian ini yaitu mengambil objek cerita Panji. Perbedaannya Karyanto menganalisis nilai-nilai yang ada dalam cerita Panji, sedangkan penelitian ini mengidentifikasi nilai etika Jawa dalam cerita Panji.
I Wayan Dana (2014) meneliti “Panji dalam berbagai Tradisi Nusantara”. Hasil prosiding seminar yaitu tokoh Panji Indonesia akan diperbincangkan kembali oleh para ahli baik dari kajian sejarah, arkeologi,budaya lisan, estetika dan seni pertunjukan. Seniman-seniman yang bergerak dari sumber Panji sekarang tinggal beberapa saja, dapat dihitung dengan jari, padahal cerita Panji adalah kearifan lokal Indonesia yang tetap harus dilestarikan. Kajian pokoknya yakni membahas perkembangan cerita Panji dengan berbagai varian.Penelitian ini sama-sama menggunakan sumber data cerita Panji, sedangkan perbedaan penelitian ini etika dalam cerita Panji lebih diperincikan.
Simatupang (2015) meneliti “Representasi Etika Budaya Jawa dalam Komik Panji Koming: Perspektif Pendidikan Islam”. Hasil penelitian menunjukkan representasi etika budaya Jawa dalam komik Panji Koming dapat diidentifikasi dari beberapa adegan misalnya, gerak fisik, tutur kata dan nilai-nilai moral melalui proses pembelajaran dan pendidikan yang ditanamkan sejak masih anak-anak dalam kebudayaan Jawa. Komik “Panji Koming” memunculkan prinsip-prinsip dan etika keJawaan pada tiap edisinya. Persamaan penelitian ini menganalisis nilai etika dalam suatu cerita, sedangkan perbedaannya posisi peneliti lebih melihat pergeseran nilai etika dalam masyarakat Jawa dan kajian peneliti yaitu pada cerita Panji.
Penelitian Taufiq dan Purnomo (2009) berjudul “Moralitas Jawa: Refleksi Teks Sastra Jawa di Era Reformasi” dan penelitian Abidin (2016) yang berjudul “Moralitas Jawa dalam Novel Panji Asmarabangun karya R. Toto Sugiharto dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Pembelajaran di SMA”, kedua penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Ivey (2011) yang menyatakan bahwa folklore, termasuk di dalamnya cerita rakyat memiliki pesan moralitas. Ketiga penelitian tersebut akan memberikan kontribusi dalam penelitian ini, yaitu pengkajian aspek moral yang berhubungan dengan etika Jawa dengan bersumber cerita yang memanfaatkan kearifan lokal budaya setempat.
Pujiwati (2003) dalam judulpenelitian “Etika Jawa dalam Novel Burung-Burung Manyar karya Y. B. Mangurwijaya” menyimpulkan bahwa etika Jawa berkaitan dengan moralitas. Kajian etika Jawa menjadi kajian utama yang sama-sama diteliti meskipun perbedaan dengan penelitian ini pada objek kajiannya.
Sriyono (2000) meneliti “Analisis Struktur dan Sikap Hidup Orang Jawa dalam Prosa Lirik Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG” menjelaskan bahwa sikap hidup orang Jawa meliputi sikap eling, sikap percaya diri, mituhu, rila, nerima, temen, sabar, dan sikap budi luhur. Kedua penelitian tersebut mengkaji aspek perilaku dan pola budaya orang Jawa. Hal ini akan memberikan kontribusi dalam penelitian ini karena cerita Panji yang menjadi objek penelitian ini memiliki latar belakang budaya Jawa.
Berdasarkan penelitian yang relevan tersebut, semakin dapat dipahami peran kajian etika sangat berguna untuk kehidupan sekarang bahkan masa depan. Manfaat yang dapat diambil dari etika Jawa maupun cerita Panji begitu beragam dan kaya akan ilmu. Terlebih keadaan Indonesia maupun masyarakat global, yang saat ini sedang meraungi kehidupan dengan penuh kecanggihan teknologi.
Adanya penelitian etika Jawa dalam cerita Panji sebagai salah satu upaya untuk memberikan wawasan keilmuan dan gagasan, bahwa etika dijadikan untuk menyoroti.Pemerintah sekarang sedang gencarnya menggalakan pendidikan karakter dengan pendekatan kearifan lokal.
Pertarungan global yang terus berkembang pastinya setiap bangsa berusaha untuk unggul dengan mengoptimalkan sumber daya manusia itu sendiri atau potensi yang dimiliki setiap daerah atau tempat. Pendidikan karakter diyakini akan merubah
Indonesia lebih baik, serta solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahanpermasalahan.Etika Jawa sangat berperan dalam menyikapi masalah tersebut dengan berpandangan pada cerita Panji.
Setyoningrum, Indri.dkk. Etika Jawa dalam Cerita Panji. Prosiding SAGA – ISBN : 978-602-17348-7-2. Hlm 59-69
Pustaka:
Dana, I Wayan. 2014. Panji dalam berbagai Tradisi Nusantara. Prosiding Seminar Tokoh Panji Indonesia. Kemendikbud: Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman 38-52.
Karyanto, Puji. 2013. "Keberadaan dan Bentuk Transformasi Cerita Panji". Litera: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(1), 53-67, ISSN 1412 – 2596.
Simatupang, Lono Lastoro, dkk. 2015. “Representasi Etika Budaya Jawa dalam Komik Panji Koming:Perspektif Pendidikan Islam. JurnalelHarakah, 17 (2), 182-197.
Taufiq dan Bambang Edi Purnomo. 2009. “Moralitas Jawa: Refleksi Teks Sastra Jawa di Era Reformasi”.Kultur.3(2).
Pudjasworo, Bambang. 2014. Cerita Panji sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Pertunjukan.Prosiding Seminar Tokoh Panji Indonesia. Yogyakarta: Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Comments
Post a Comment