Sampai saat ini, deretan rumah-rumah tua berpagar tembok tinggi dan kokoh dengan arsitektur khas Cina menjadi identitas yang membedakan Kampung Pecinan di Lasem dengan kampung-kampung lainnya. Aktivitas produksi batik di rumah-rumah di Pecinan dengan mempekerjakan penduduk pribumi banyak dijumpai di Lasem. Akibat aktivitas perbatikan dikuasai oleh kaum etnis Cina, maka di Lasem ada dua motif batik yang berkembang yaitu batik dengan motif Cina dan batik dengan motif pribumi. Kedua motif batik tersebut dalam perkembangannya terjadi saling mempengaruhi. Kerajinan Batik Lasem sangat terkenal sejak lama dan memiliki motif yang unik, perpaduan antara motif Cina dan motif Jawa. Batik Lasem cepat terkenal karena
2
cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan warna yang berani atau mencolok. Batik tulis Lasem memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain, terutama secara visual seperti komposisi warna, motif, dan ragam hiasnya. Tiga motif utama batik Lasem, yakni motif Naga, motif Lok Can atau motif burung Hong, dan motif Sekar Jagad. Ketiga motif tersebut merupakan perwujudan pembauran atau akulturasi budaya antara etnis Jawa dan Tionghoa yang telah berlangsung ratusan tahun yang lalu (Rizali dan Waluyo, 2012:239-248).
3
Comments
Post a Comment